Gerakan Nasional Anti Narkotika
National Anti-Drug Movement
flags/gb.png flags/id.png

Sinergi BNN bersama Bea dan Cukai Jakarta Gagalkan Peredaran Shabu 1,4 M


Source: http://www.bnn.go.id

Sinergi BNN bersama Bea dan Cukai Jakarta Gagalkan Peredaran Shabu 1,4 M

Oleh humas bnn1 | Rabu, 14 Maret 2012 jam 11:54:32

 

Paket shabu yang dikirim dari Thailand, untuk tujuan Denpasar, berhasil digagalkan oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) dan Kantor Pelayanan dan Pengawasan Bea dan Cukai Jakarta (KPPBC). Hal ini menjadi bukti dari sinergi kerjasama yang kuat  antara BNN dengan Bea dan Cukai.

Dalam jumpa pers yang digelar Kepala Pelayanan dan Pengawasan Bea dan Cukai Jakarta (KPPBCJ), pada Selasa (13/3) kemarin, Kepala KPPBCJ Agus Sudarmadi mengatakan, pihaknya telah berhasil mengamankan paket dari Thailand yang berisi alat pijat elektrik yang ternyata didalamnya terdapat shabu seberat 704,2 gram, pada Selasa pekan lalu.

Untuk membongkar kasus shabu ini, KPPBC Jakarta kemudian bekerjasama dengan pihak BNN untuk melakukan pengembangan dengan cara control delivery ke Denpasar. Alhasil, BNN akhirnya  membekuk penerima paket shabu tersebut, yaitu  MA dan MHS, Warga Negara Indonesia, asal Banyuwangi, di sebuah tempat belanja di Denpasar, pada Kamis (8/3).

Menanggapi keberhasilan pengungkapan kasus ini, Kepala Bagian Humas dan Dokumentasi BNN, Drs. Sumirat Dwiyanto, M.Si mengatakan bahwa penggagalan penyelundupan shabu ini dapat menyelamatkan setidaknya lebih dari  2.800 anak bangsa dari bahaya penyalahgunaan Narkoba golongan 1 jenis shabu ini.

Kabag Humas dan Dokumentasi juga menyampaikan apresiasinya yang sangat tinggi atas kerjasama yang sudah dibangun dengan kuat antara BNN dengan  seluruh instansi di kawasan Bandara Halim Perdana Kusuma, baik itu Bea dan Cukai maupun Angkatan Udara, dalam upaya menanggulangi masalah peredaran gelap Narkoba di lingkungan bandara.

Agus Sudarmadi, Kepala KPPBC Jakarta, menambahkan, dalam mengungkap kasus penyelundupan Narkoba, pihaknya harus  melakukan pemeriksaan pada lalu lintas orang dan barang yang keluar masuk bandara dengan sangat cermat.

“Tahap awal, pasti kita mengecek seluruh barang bawaan dengan menggunakan x-ray, dan jika mencurigakan maka kita melakukan pemeriksaan lebih mendalam. Selain cara itu, kami juga menerapkan sistem management risk, artinya kita sudah mempelajari dokumen-dokumen tentang barang-barang yang akan masuk dari negara asalnya. Jika memang asal pengirimnya itu dari negara yang tergolong rawan penyelundupan Narkoba, maka kami akan memeriksa barang tersebut lebih teliti”, ujar Agus kepada reporter Humas BNN.

Penggagalan kasus penyelundupan ini merupakan yang pertama kali dalam tahun ini. Sedangkan pada tahun lalu, KPPBC Jakarta di bandara Halim Perdana Kusuma berhasil menggagalkan 4 kasus penyelundupan Narkoba. (BK)



Komentar

Penerimaan komentar ditutup

Facebook

Gallery

  • South Dakota’s Anti-Drug Campaign Is Literally “METH. WE’RE ON IT.”
  • students against drugs
  • Don't trip!
  • 1T3V0005-Edit
  • 1T3V0012-Edit
  • 1T3V0016 siep
  • 1T3V0019-Edit
  • 1T3V0024-Edit
  • 1T3V0026 siep
  • 1T3V0035-Edit
  • 1T3V0037-Edit
  • 1T3V0039-Edit

Video

Dialog: Perwira "Bermain" Narkoba #3
2 Anggota Polda Kalimantan Barat AKBP Idha Endi Prasetyono dan Brigadir Harahap ditangkap polisi Diraja Malaysia, Sabtu lalu di Bandara…