Gerakan Nasional Anti Narkotika
National Anti-Drug Movement
flags/gb.png flags/id.png

PENYALAHGUNAAN GANJA MEREDUKSI ESENSI MANUSIA

Reports  

PENYALAHGUNAAN GANJA

MEREDUKSI ESENSI MANUSIA

Ir. Ramayanti S. Djapara.

Wakil Ketua DPD GRANAT Prov. Papua

Alumnus  Drug Prevention and Family  Intervention UNSW Sydney- Australia and

Harm Reduction Burnett Institute Melbourne - Australia

Ketua Yayasan Pendidikan ‘45’ Jayapura - Papua

Pendahuluan

Sangat jarang masyarakat kita mengetahui bahwa tanggal 20 April,  diperingati sebagai  Hari Ganja Dunia, bahkan terkesan ada upaya untuk melegalisasi ganja.  Bagi penulis ini merupakan suatu fenomena ambivalensi dan harus segera diluruskan agar tidak membingungkan masyarakat. Mark Gold, MD, seorang pakar penyalahgunaan obat menyatakan bahwa “Ketika persepsi bahwa ganja bukanlah senyawa berbahaya mulai terbentuk, penggunaannya akan kian meningkat”.

Memang ganja hanya salah satu jenis narkoba, tetapi tetap sangat memprihatinkan, sebagaimana yang dilaporkan bahwa di AS 98% pemakai kokain memulainya dari penggunaan ganja, sehingga ganja dijuluki sebagai “gerbang masuk” (entry point) penyalahgunaan narkoba. Realita ini membuat penulis tergerak untuk mempelajari kembali eksistensinya sebagai bahan renungan bersama.

Histori Ganja

Ganja, oleh Linnaeus (1753) diberi nama Cannabis sativa,  telah dikenal manusia sekitar  8000 tahun, sebagai tanaman penghasil serat untuk  benang, tali dan tekstil, sehingga  dikenal sebagai tanaman serat dari India (Indian Hemp). Ganja mulai digunakan dalam pengobatan Tiongkok tahun 2737 SM. Marco Polo menulis bahwa  masa itu telah dikenal sebagai bahan untuk dinikmati dan bersenang-senang.

Pada abad ke-19 mulai dikenal di Eropa melalui prajurit Prancis yang pulang bertugas di Mesir. Tahun 1900-an ganja dikenal di Amerika dan pada tahun 1920-an, dilaporkan bahwa ganja ada kaitannya dengan kejahatan. Maka pada tahun 1937 pemerintah federal mengundangkan The Marihuana Tax Act, yang membuat pembelian dan penjualan ganja hampir mustahil, tapi tidak melarang penggunaannya.

Pada 1940-an, dunia kedokteran menolak penggunaan ganja sebagai obat dan masyarakat umum juga menolak ganja sebagai bahan untuk bersenang-senang.  Dan tahun 1960-an WHO menetapkan ganja sebagai senyawa yang dapat menimbulkan ketergantungan dan US Drug Enforcement Agency menggolongkan ganja sebagai Zat Psikoaktif kategori I (hyghly restricted drug).

Regulasi dan Penyalahgunaan Ganja di Indonesia

Di Indonesia, ganja mulai digunakan oleh anak muda pada pertengahan dekade 60 sampai sekarang. Dengan merujuk pada ketetapan WHO maka regulasi di  Indonesia sejak dari UU RI No. 9 Tahun 1976, UU RI No. 22 Tahun 1997 hingga terakhir UU RI No. 35 Tahun 2011 tentang Narkotika,  ganja selalu digolongkan kedalam jenis Narkotika Golongan I. Sehingga konsekuensinya adalah ganja tidak dapat digunakan dalam pengobatan karena daya adiktifnya sangat tinggi dan hanya dapat digunakan dalam penelitian resmi oleh pemerintah.

Namun realitasnya, tindakan penyalahgunaan tetap marak. Berbagai oknum, kelompok yang merasa mendapat keuntungan dari perniagaan ganja, tanpa memikirkan kehancuran yang ditimbulkannya terhadap Bangsa dan Negara, dengan segala upaya dan modus peredaran gelapnya kian masif.  Oleh UNODC dilaporkan bahwa pada tahun 2009 Indonesia, menempati peringkat kesembilan dunia terbesar mengkonsumsi ganja yaitu  sekitar 110 metrik ton atau sekitar 2% total konsumsi dunia yang mencapai 6.002 metrik ton. Dan Indonesia adalah negara peringkat 10 tertinggi di dunia sebagai ladang bagi peredaran narkoba jenis ekstasi dan ganja.

Psikoaktif dan Metabolisme Ganja

Ganja mengandung zat psikoaktif delta-9-terta-hidro-kanabinol (THC).  Zat ini terdapat pada daun dan rantingnya dengan kadar THC tertinggi pada pucuk tanaman betina yang sedang berbunga. Kadarnya berkisar 1,0% - 10%, bahkan bisa lebih bila dibudidayakan dengan perlakuan dan faktor lingkungan yang baik. Selain THC, ganja juga mengandung  kanabinol dan asam tetrahidrokanabidiolat.

Ganja dapat dikonsumsi sebagai makanan, diseduh seperti teh, tapi kebanyakan di isap setelah dikeringkan dan dirajang  kemudian dilinting seperti rokok tembakau. Setiap batang rokok ganja mengandung THC sebanyak 5-20 mg.  Bila diisap, asap ganja yang mengandung lebih dari 60 kanabinoid dan bahan kimia lain ditahan dalam paru-paru beberapa detik. Sekitar 50% akan diabsorbsi (penggunaan oral hanya diabsobsi 3-6%)

Pengaruh rokok ganja pada penggunaan timbul setelah 20-30 menit dan kadar THC tertinggi dalam plasma dicapai dalam waktu 2 – 3 jam. Kemudian THC meninggalkan plasma dan masuk kedalam jaringan yang mengandung lemak, terutama otak dan testis.  THC dimetabolisme didalam hati dan ekskresi terutama melalui tinja dan urine. Waktu paruhnya adalah 2-7 hari. Sehingga dalam urine dapat dideteksi sampai seminggu setelah penggunaan terakhir.

Efek Ganja Terhadap Otak

Otak merupakan perangkat keras (hard ware) esensi manusia. Kerja otak menentukan tingkat kebahagiaan, efektifitas perasaan dan kualitas interaksi dengan orang lain.  Ganja sebagai bahan alami yang mengandung zat psikoaktif ternyata menjadikan otak sebagai target utama kerjanya. TCH sebagai zat psikoaktif utama dalam ganja, didalam tubuh akan bekerja pada reseptor-B1 dan B2 yang terdapat di otak terutama pada kortek serebri, hipokampus, serebelum.

Interaksi THC dengan reseptor kanabinoid ini memicu pelepasan neurotransmiter dopamin (DA) dan Norepineprin (NE) pada mesolimbik otak. Sebagaimana diketahui bahwa di dalam mesolimbik terdapat mesolimbic dopamine pathway yang mengandung  Medial Fore-brain Bundle (MFB, yang berisi serabut saraf dopaminergik. Serabut saraf ini menyebar dari Ventral Tegmental Area (VTA) di bagian ventral otak tengah menuju Nucleus Accubens (NA) di ventral bagian otak depan. Jalur neural dalam otak ini sering dijuluki sebagai “jalur kenikmatan” (brain reward system/ brain plesure system). Jalur ini mampu memberi penguatan (reinforcing) positif  dan adiksi pada pengunaan narkoba seperti opioida, kokain, nikotin, amfetamin, alkohol dan ganja.

Pelepaskan dopamin akan mengakibatkan seseorang merasakan kenikmatan atau kepuasan sehingga dopamin  sering disebut “neurotransmiter kenikmatan”. Itu sebabnya pengguna ganja atau narkoba akan merasakan pengalaman yang nikmat. Jika dikonsumsi berulang maka efek tersebut akan “menguasai dan mengendalikan” brain reward system dan mendorong terjadinya “keharusan” (compulsory) untuk menggunakan obat lagi hingga timbullah adiksi.

Menurut Wilkie dkk (2005) kondisi adiksi ini  bukan sekedar mencari kenikmatan, atau bukan sekedar mencegah putus obat (withdrawal syndrome) tetapi yang terjadi adalah ‘drug is hijacting the brain circuitry’, yaitu sirkit yang mengendalikan perilaku pecandu sepenuhnya telah diambilalih dan diarahkan secara terus menerus untuk mencari dan menggunakan lagi.  Padahal untuk memperoleh kenikmatan dan kepuasan alami, mesolimbik  otak telah dibantu oleh senyawa yang secara alami sudah terdapat didalam otak yaitu anandamida (=ganja), endorphin (=morfin/heroin), asetilkolin (=nikotin) dan dopamin (=kokain dan amfetamin).

Disamping itu TCH juga mempengaruhi reseptor mu-1 pada sistem opioida dan mengubah GABA (gama-amino-butiric acid) reseptor  hingga pengguna ganja mempunyai potensi untuk menggunakan zat psikoaktif lain. Jalur ini yang memungkinkan menjadi dasar ganja sebagai entry point pada penggunaan jenis narkoba lain, seperti yang pernah dilaporkan di AS bahwa 98% pengguna kokain, mulainya dari pemakaian ganja.

Bukti visual mengenai pola otak terkait dengan perilaku yang semula dinilai sebagai fenomena psikologi kini telah dapat dibuktikan dengan Perkembangan teknologi kedokteran saat ini seperti penggunaan Single Photon Emission Computed Tomography (SPECT), yaitu metode pencitraan kedokteran nuklir untuk mengukur aliran darah dan tingkat aktifitas otak. Seperti yang diungkapkan hasil penelitaian Daniel G. Amen, MD, seorang perintis dan spesialis pencitraan otak, psikiater dengan menggunakan SPECT, menemukan bahwa otak pengisap ganja pemula  mengalami penurunan aliran darah yang akut sedangkan pengisap ganja kronis otaknya mengalami penurunan perfusi secara menyeluruh dibanding dengan kelompok kontrol yang tidak menggunakan ganja. Bahkan beliau menemukan adanya penurunan aktifitas lobus termporalis otak.

Penurunan perfusi akan menyebabkan kekurangan suplai oksigen, yang dapat menimbulkan kematian sel otak (infark otak) sehingga terjadi perubahan morfologi otak. Gambaran morfologi  yang di temukan yaitu bahwa otak normal otak tampak mulus, simetris  dan penuh. Sedangkan pada pengguna ganja seakan habis digerogoti, terutama lobus temporalis.

Efek Ganja Terhadap Perilaku

Berdasarkan uraian diatas dapat disimpulkan bahwa setidaknya penggunaan ganja akan memberi efek pada mesolimbik, korteks prefrontal dan lobus temporalis. Efek perilaku yang dapat timbul pada setiap bagian otak ini adalah:

1. Peningkatan aktifitas Mesolimbik.

Peningkatan ini akan berdampak pada pengguna lebih mudah mengalami depresi, berpikir negatif dan menjaga jarak dengan orang lain. Mereka lebih mungkin berfokus pada aspek paling negatif dari orang lain, menyaring informasi dengan kacamata gelap, dan nyaris selalu berprasangka buruk terhadap orang lain. Mereka tidak menyenangkan. Mereka tidak menggairahkan dan umumnya malu. Sebagian besar kenangan mereka negatif dan sulit untuk mengakses kenangan emosional atau perasaan positif.

2. Menekan Korteks Cerebri Prefrontal

Hal ini akan menimbulkan ucapan dan tindakannya menjadi impulsif sehingga sering menimbulkan masalah serius dalam menjalin hubungan dengan orang lain. Mereka sulit belajar dari kesalahan, sulit menyimak dan memusatkan perhatian. Mereka sering sulit mengungkapkan perasaan  dan pikiran, sering gelisah dan sensitif terhadap kegaduhan, bebauan, cahaya dan sentuhan.

3. Disfungsi Lobus Temporal.

Ketika ini terjadi maka orang cenderung mengalami gangguan mengingat, emosi yang labil, Mereka tempramental dan sulit mengendalikan kemarahan. Mereka kerab memikirkan sesuatau yang kejam dan mengungkapkan frustasi melalui kata-kata yang agresif dan sedikit pranoid

Gejala Intoksikasi Ganja

Intoksikasi pada pengguna ganja pemula akan mengalami ansietas 10-30 menit, rasa takut akan mati, gelisah, hiperaktif, kecurigaan, takut tidak bisa mengendalikan diri dan takut menjadi gila. Setelah itu menjadi lebih tenang, euforia, banyak bicara, merasa ringan ditungkai dan badan. Ia mulai banyak tertawa, bahkan sering eksflosif, Ia merasa pembicaraannya hebat, mudah terpengaruh dan waham curiga.

Kemudian timbul halusinasi visual sekitar 2 jam, yaitu berupa kilatan sinar dapat berbentuk amorf, warna-warni cemerlang, bentuk geometris, figur dan wajah orang.  Juga timbul gangguan persepsi waktu dan jarak. Setelah itu timbul rasa mengantuk dan tertidur nyenyak tanpa diganggu mimpi. Pemeriksaan fisik saat intoksikasi akan peningkatan denyut jantung (kadang meningkat hingga 50%), mata merah, mata dan mulut kering, kadang selera makan bertambah.

Pada intoksikasi agak berat  akan  timbul tremor (gemetar), kulit teraba dingin, tensi turun, nistagmus (mata juling) dan pelebaran bronkus (saluran paru-paru). Juga akan mengakibatkan penurunan kekebakan tubuh oleh karena ganja menghambat aktivitas limfosit T yang berfungsi sebagai imunitas tubuh.

Dampak akibat  aktivitas abnormal di lobus temporal adalah gangguan mengingat, ketidak mampuan belajar, gangguan motivasi, kognitif, emosional dan sosial. Bahkan dapat  menimbulkan sindrom amotivasional yang ditandai dengan sikap apatis, rentang perhatian pendek, lesu, mengucilkan diri secara sosial dan kehilangan minat untuk berprestasi.

Penggunaan ganja kronis dapat menyebabkan:

1. Peradangan paru-paru & saluran pernapasan

2. Memperburuk peredaraan darah koroner

3. Perubahan sel otak hingga atropi otak.

4. Zat karsinogenik (penyebab kanker) dari ganja melebihi rokok tembakau.

5. Memperberat gejala psikosis

6. Menghambat proses spermatogenesis, ovulasi

7. Fash back : munculnya kembali efek ganja oleh karena sisa THC dalam tubuh karena adanya stressor psikologik atau  gangguan sementara fungsi otak.

P e n u t u p

Sudah sangat jelas dampak negatif yang ditimbulkan oleh penyalahgunaan ganja.  Menggerogoti tubuh secara fisik dan mengubah perilaku manusia.  Efeknya pada otak sungguh mereduksi esensi kita sebagai manusia. Regulasi telah jelas dan tegas memberi kekuatan hukum dalam pemberantasan ganja, korban generasi muda  telah berjatuhan, ekonomi negara telah terbebani.  Segala upaya program   penanggulangan penyalahgunaan ganja harus tetap dilakukan secara konprehensif, sustainabel dan menjadi Gerakan Nasional, demi keselamatan generasi muda dan kejayaan Bangsa dan Negara di masa yang akan datang.

​​​​​​      Bumi Cenderawasih Jayapura, 2 Mei 2012

​​

 


Reports  

Komentar

Penerimaan komentar ditutup

Facebook

In cooperation with Foundation for a Drug Free World, GRANAT conducted its pilot Train the Trainers on April 15 – 17 this year at the mountain resor


Minggu, 23 Juli 2017 12:12
6 | 2 |
Berita Batam, Kepri, Bea Cukai Batam


Minggu, 20 Agustus 2017 12:12
5 |
Dari data yang didapat awak media dari petugas Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Siantar, ternyata seorang pria berinisial IMN (42), diduga berusaha menyuap petugas BNNK Siantar pada Jumat (18/8/2017) sekitar pukul 13.


Minggu, 20 Agustus 2017 12:12
4 |
Sekjen GRANAT, Ashar Suryobroto, berani menduga kalau hampir semua petugas di Lembaga Pemasyarakatan pasti terlibat. Dirinya menambahkan menurut pantauan aktivis GRANAT se-Indonesia tidak ada satupun lapas yang steril dari narkoba, Selasa (2/6/2015).


Kamis, 3 Agustus 2017 08:08
10 | 1 |
Atas dasar MoU antara BNN dan DPP PPI (Purna Paskibraka Indonesia),'Seluruh Anggota PPI di Indonesia menjadi Duta Anti Narkotika disekolahnya. Di Cibubur sdh diberikan Arahan ttg Narkoba dan bahayanya serta Upaya Pencegahan. Pembinaan seterusnya dilakukan oleh BNN Propinsi, Kabupaten/Kota dan DPD, DPC PPI Seluruh Indonesia. KA.BNN minggu depan berkenaan memberikan arahan Kpd Paskibraka Nasional 2017 di Cibibur. (Demikian sekilas info )


Sabtu, 5 Agustus 2017 09:09
18 | 5 |
Bakti Sosial Granat Peduli Inhil Dari Pengiat Anti Narkoba Dpc Granat Kab. Inhil Yang ikut Peduli akan saudara/i kita yang terkena musibah Kebakaran beralamat Jl. H.Said Tepatnya depan Karakatau. Mohon Do'a dan Restunya agar Ormas Granat bisa melaksanakan kegiatan dengan baik dan lancar diKab. Indragiri Hilir Aamiin, . Yaa Rabbal'aalamiin, .


Sabtu, 12 Agustus 2017 19:07
1 |
innalilahiwainalilahirojiun,, selamat jalan ade ramadhan abdull ternyata Allah lebih mencintai mu dek,,disana kau tidak akan merasakan sakit lagi,,semoga amal ibadahmu di terima di sisiNya,, Di RS.M Djamil Padang Sumatera Barat. #ade kita menghembuskn nafar terkhirny 07:00 pgi ini.. #kmu pergi di hari yg indah madhan... #surga tempatmu de😭 #meninggalkn 4 adeny yg msih kecil2 dan 3 kakkny... ibuny yg janda.. 😭😭😭😭 Terimakasih atas bantuan dari semua pihak, semoga Allah SWT membalas dgn pahala berlipat ganda. Syofinar Uchie Uvit Aura Mande


Jumat, 11 Agustus 2017 09:09
1 |
Koma, Bantu Madan Pejuang Gagal ginjal (13 th) Tulang punggung keluarga tanpa ayah


Jumat, 11 Agustus 2017 03:03
1 | 1 |
....KEMBALI KE FITRAH MANUSIA.... ..........Saatnya Pembuktian............... Manusia yang berkeTuhanan......................... Manusia yang berperikemanusiaan................ Manusia yang senang akan Persatuan........... Manusia yang senang bermusyawarah............ Manusia yang selalu berusaha berlaku adil..... ....Fitahnya manusia Indonesia...... - Do'a Rabitah - Katakanlah: "Ya Alloh yang mempunyai kerajaan, Engkau berikan kerajaan kepada orang yang Engkau kehendaki dan Engkau cabut kerajaan dari orang yang Engkau kehendaki. Engkau muliakan orang yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan orang yang Engkau kehendaki. Di tangan Engkaulah segala kebajikan. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu. Engkau masukkan malam ke dalam siang dan Engkau masukkan siang ke dalam malam. Engkau keluarkan yang hidup dari yang mati dan Engkau keluarkan yang mati dari yang hidup. Dan Engkau beri rizqi kepada siapa yang Engkau kehendaki tanpa hisab (Ali Imran: 26-27). Ya Allah, sesungguhnya ini adalah malam (siang)-Mu yang telah menjelang dan siang (malam)-Mu yang telah berlalu, serta suara-suara dari para penyeru-Mu, maka ampunilah aku. Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui bahwa hati-hati ini telah berkumpul untuk mencurahkan mahabbah hanya kepada-Mu, bertemu untuk taat kepada-Mu, bersatu dalam rangka menyeru (di jalan)-Mu, dan berjanji setia untuk membela syari'at-Mu, maka kuatkanlah ikatan pertaliannya, Ya Allah, abadikanlah kasih sayangnya, tunjukkanlah jalannya dan penuhilah dengan cahaya-Mu yang tidak pernah redup, lapangkanlah dadanya dengan limpahan iman dan keindahan tawakkal kepada-Mu, hidupkanlah dengan ma'rifat-Mu, dan matikanlah dalam keadaan syahid di jalan-Mu. Sesungguhnya Engkau sebaik-baik pelindung dan sebaik-baik penolong. Dan semoga shalawat serta salam selalu tercurahkan kepada Muhammad SAW, kepada keluarganya, dan kepada semua sahabatnya. Alhamdulillahirrobbil Alamin Aamiin.... Aamiin.... Aamiiiin Yaa Robbal Alamin 🇲🇨🇲🇨😇😍🙏😍😇🇲🇨🇲🇨


Kamis, 10 Agustus 2017 04:04
2 |

Gallery

  • Positive message
  • I'm tripping on that shirt-collar already #vinyl #album #weirdrecords #charityshopfind #thriftstorefinds #religiousrecords #antidrugs #evangelist #preacher #shitshirt #vinylvulture #vinyladdict #vinylporn #cratedigging #rarerecords #albumcover #retrofashi
  • Anti-Drug and Alcohol
  • #poet @BevanBoggenpoel is launching 🚀his #debut #poetry #book in #partnership with @milborrowmedia on 1 December 2016. #verse #poems #love #hate #hope #antigangsterism #antidrugs #education #youth
  • VID_52900928_144855
  • Antidrug at park of Whittier,California
  • Antidrug at park of Whittier,California
  • 160626_ANTIDRUG OH_GROUP SHOT
  • Uni-Papua-Fc-Landak-with-Leaders-1
  • RADical Times, Residents Against Druggies, Newsletter, July 1 1995, 1 of 4
  • RAD Founder Running for Supervisor, Western Edition, September 1996
  • Toadstools

Video

Dialog: Bersihkan TNI dari Narkoba # 4
Perang melawan narkoba menjadi pekerjaan rumah serius yang harus melibatkan seluruh elemen bangsa. Ironisnya ketika perang melawan narkoba…