Gerakan Nasional Anti Narkotika
National Anti-Drug Movement
flags/gb.png flags/id.png

PENYALAHGUNAAN GANJA MEREDUKSI ESENSI MANUSIA

Reports  

PENYALAHGUNAAN GANJA

MEREDUKSI ESENSI MANUSIA

Ir. Ramayanti S. Djapara.

Wakil Ketua DPD GRANAT Prov. Papua

Alumnus  Drug Prevention and Family  Intervention UNSW Sydney- Australia and

Harm Reduction Burnett Institute Melbourne - Australia

Ketua Yayasan Pendidikan ‘45’ Jayapura - Papua

Pendahuluan

Sangat jarang masyarakat kita mengetahui bahwa tanggal 20 April,  diperingati sebagai  Hari Ganja Dunia, bahkan terkesan ada upaya untuk melegalisasi ganja.  Bagi penulis ini merupakan suatu fenomena ambivalensi dan harus segera diluruskan agar tidak membingungkan masyarakat. Mark Gold, MD, seorang pakar penyalahgunaan obat menyatakan bahwa “Ketika persepsi bahwa ganja bukanlah senyawa berbahaya mulai terbentuk, penggunaannya akan kian meningkat”.

Memang ganja hanya salah satu jenis narkoba, tetapi tetap sangat memprihatinkan, sebagaimana yang dilaporkan bahwa di AS 98% pemakai kokain memulainya dari penggunaan ganja, sehingga ganja dijuluki sebagai “gerbang masuk” (entry point) penyalahgunaan narkoba. Realita ini membuat penulis tergerak untuk mempelajari kembali eksistensinya sebagai bahan renungan bersama.

Histori Ganja

Ganja, oleh Linnaeus (1753) diberi nama Cannabis sativa,  telah dikenal manusia sekitar  8000 tahun, sebagai tanaman penghasil serat untuk  benang, tali dan tekstil, sehingga  dikenal sebagai tanaman serat dari India (Indian Hemp). Ganja mulai digunakan dalam pengobatan Tiongkok tahun 2737 SM. Marco Polo menulis bahwa  masa itu telah dikenal sebagai bahan untuk dinikmati dan bersenang-senang.

Pada abad ke-19 mulai dikenal di Eropa melalui prajurit Prancis yang pulang bertugas di Mesir. Tahun 1900-an ganja dikenal di Amerika dan pada tahun 1920-an, dilaporkan bahwa ganja ada kaitannya dengan kejahatan. Maka pada tahun 1937 pemerintah federal mengundangkan The Marihuana Tax Act, yang membuat pembelian dan penjualan ganja hampir mustahil, tapi tidak melarang penggunaannya.

Pada 1940-an, dunia kedokteran menolak penggunaan ganja sebagai obat dan masyarakat umum juga menolak ganja sebagai bahan untuk bersenang-senang.  Dan tahun 1960-an WHO menetapkan ganja sebagai senyawa yang dapat menimbulkan ketergantungan dan US Drug Enforcement Agency menggolongkan ganja sebagai Zat Psikoaktif kategori I (hyghly restricted drug).

Regulasi dan Penyalahgunaan Ganja di Indonesia

Di Indonesia, ganja mulai digunakan oleh anak muda pada pertengahan dekade 60 sampai sekarang. Dengan merujuk pada ketetapan WHO maka regulasi di  Indonesia sejak dari UU RI No. 9 Tahun 1976, UU RI No. 22 Tahun 1997 hingga terakhir UU RI No. 35 Tahun 2011 tentang Narkotika,  ganja selalu digolongkan kedalam jenis Narkotika Golongan I. Sehingga konsekuensinya adalah ganja tidak dapat digunakan dalam pengobatan karena daya adiktifnya sangat tinggi dan hanya dapat digunakan dalam penelitian resmi oleh pemerintah.

Namun realitasnya, tindakan penyalahgunaan tetap marak. Berbagai oknum, kelompok yang merasa mendapat keuntungan dari perniagaan ganja, tanpa memikirkan kehancuran yang ditimbulkannya terhadap Bangsa dan Negara, dengan segala upaya dan modus peredaran gelapnya kian masif.  Oleh UNODC dilaporkan bahwa pada tahun 2009 Indonesia, menempati peringkat kesembilan dunia terbesar mengkonsumsi ganja yaitu  sekitar 110 metrik ton atau sekitar 2% total konsumsi dunia yang mencapai 6.002 metrik ton. Dan Indonesia adalah negara peringkat 10 tertinggi di dunia sebagai ladang bagi peredaran narkoba jenis ekstasi dan ganja.

Psikoaktif dan Metabolisme Ganja

Ganja mengandung zat psikoaktif delta-9-terta-hidro-kanabinol (THC).  Zat ini terdapat pada daun dan rantingnya dengan kadar THC tertinggi pada pucuk tanaman betina yang sedang berbunga. Kadarnya berkisar 1,0% - 10%, bahkan bisa lebih bila dibudidayakan dengan perlakuan dan faktor lingkungan yang baik. Selain THC, ganja juga mengandung  kanabinol dan asam tetrahidrokanabidiolat.

Ganja dapat dikonsumsi sebagai makanan, diseduh seperti teh, tapi kebanyakan di isap setelah dikeringkan dan dirajang  kemudian dilinting seperti rokok tembakau. Setiap batang rokok ganja mengandung THC sebanyak 5-20 mg.  Bila diisap, asap ganja yang mengandung lebih dari 60 kanabinoid dan bahan kimia lain ditahan dalam paru-paru beberapa detik. Sekitar 50% akan diabsorbsi (penggunaan oral hanya diabsobsi 3-6%)

Pengaruh rokok ganja pada penggunaan timbul setelah 20-30 menit dan kadar THC tertinggi dalam plasma dicapai dalam waktu 2 – 3 jam. Kemudian THC meninggalkan plasma dan masuk kedalam jaringan yang mengandung lemak, terutama otak dan testis.  THC dimetabolisme didalam hati dan ekskresi terutama melalui tinja dan urine. Waktu paruhnya adalah 2-7 hari. Sehingga dalam urine dapat dideteksi sampai seminggu setelah penggunaan terakhir.

Efek Ganja Terhadap Otak

Otak merupakan perangkat keras (hard ware) esensi manusia. Kerja otak menentukan tingkat kebahagiaan, efektifitas perasaan dan kualitas interaksi dengan orang lain.  Ganja sebagai bahan alami yang mengandung zat psikoaktif ternyata menjadikan otak sebagai target utama kerjanya. TCH sebagai zat psikoaktif utama dalam ganja, didalam tubuh akan bekerja pada reseptor-B1 dan B2 yang terdapat di otak terutama pada kortek serebri, hipokampus, serebelum.

Interaksi THC dengan reseptor kanabinoid ini memicu pelepasan neurotransmiter dopamin (DA) dan Norepineprin (NE) pada mesolimbik otak. Sebagaimana diketahui bahwa di dalam mesolimbik terdapat mesolimbic dopamine pathway yang mengandung  Medial Fore-brain Bundle (MFB, yang berisi serabut saraf dopaminergik. Serabut saraf ini menyebar dari Ventral Tegmental Area (VTA) di bagian ventral otak tengah menuju Nucleus Accubens (NA) di ventral bagian otak depan. Jalur neural dalam otak ini sering dijuluki sebagai “jalur kenikmatan” (brain reward system/ brain plesure system). Jalur ini mampu memberi penguatan (reinforcing) positif  dan adiksi pada pengunaan narkoba seperti opioida, kokain, nikotin, amfetamin, alkohol dan ganja.

Pelepaskan dopamin akan mengakibatkan seseorang merasakan kenikmatan atau kepuasan sehingga dopamin  sering disebut “neurotransmiter kenikmatan”. Itu sebabnya pengguna ganja atau narkoba akan merasakan pengalaman yang nikmat. Jika dikonsumsi berulang maka efek tersebut akan “menguasai dan mengendalikan” brain reward system dan mendorong terjadinya “keharusan” (compulsory) untuk menggunakan obat lagi hingga timbullah adiksi.

Menurut Wilkie dkk (2005) kondisi adiksi ini  bukan sekedar mencari kenikmatan, atau bukan sekedar mencegah putus obat (withdrawal syndrome) tetapi yang terjadi adalah ‘drug is hijacting the brain circuitry’, yaitu sirkit yang mengendalikan perilaku pecandu sepenuhnya telah diambilalih dan diarahkan secara terus menerus untuk mencari dan menggunakan lagi.  Padahal untuk memperoleh kenikmatan dan kepuasan alami, mesolimbik  otak telah dibantu oleh senyawa yang secara alami sudah terdapat didalam otak yaitu anandamida (=ganja), endorphin (=morfin/heroin), asetilkolin (=nikotin) dan dopamin (=kokain dan amfetamin).

Disamping itu TCH juga mempengaruhi reseptor mu-1 pada sistem opioida dan mengubah GABA (gama-amino-butiric acid) reseptor  hingga pengguna ganja mempunyai potensi untuk menggunakan zat psikoaktif lain. Jalur ini yang memungkinkan menjadi dasar ganja sebagai entry point pada penggunaan jenis narkoba lain, seperti yang pernah dilaporkan di AS bahwa 98% pengguna kokain, mulainya dari pemakaian ganja.

Bukti visual mengenai pola otak terkait dengan perilaku yang semula dinilai sebagai fenomena psikologi kini telah dapat dibuktikan dengan Perkembangan teknologi kedokteran saat ini seperti penggunaan Single Photon Emission Computed Tomography (SPECT), yaitu metode pencitraan kedokteran nuklir untuk mengukur aliran darah dan tingkat aktifitas otak. Seperti yang diungkapkan hasil penelitaian Daniel G. Amen, MD, seorang perintis dan spesialis pencitraan otak, psikiater dengan menggunakan SPECT, menemukan bahwa otak pengisap ganja pemula  mengalami penurunan aliran darah yang akut sedangkan pengisap ganja kronis otaknya mengalami penurunan perfusi secara menyeluruh dibanding dengan kelompok kontrol yang tidak menggunakan ganja. Bahkan beliau menemukan adanya penurunan aktifitas lobus termporalis otak.

Penurunan perfusi akan menyebabkan kekurangan suplai oksigen, yang dapat menimbulkan kematian sel otak (infark otak) sehingga terjadi perubahan morfologi otak. Gambaran morfologi  yang di temukan yaitu bahwa otak normal otak tampak mulus, simetris  dan penuh. Sedangkan pada pengguna ganja seakan habis digerogoti, terutama lobus temporalis.

Efek Ganja Terhadap Perilaku

Berdasarkan uraian diatas dapat disimpulkan bahwa setidaknya penggunaan ganja akan memberi efek pada mesolimbik, korteks prefrontal dan lobus temporalis. Efek perilaku yang dapat timbul pada setiap bagian otak ini adalah:

1. Peningkatan aktifitas Mesolimbik.

Peningkatan ini akan berdampak pada pengguna lebih mudah mengalami depresi, berpikir negatif dan menjaga jarak dengan orang lain. Mereka lebih mungkin berfokus pada aspek paling negatif dari orang lain, menyaring informasi dengan kacamata gelap, dan nyaris selalu berprasangka buruk terhadap orang lain. Mereka tidak menyenangkan. Mereka tidak menggairahkan dan umumnya malu. Sebagian besar kenangan mereka negatif dan sulit untuk mengakses kenangan emosional atau perasaan positif.

2. Menekan Korteks Cerebri Prefrontal

Hal ini akan menimbulkan ucapan dan tindakannya menjadi impulsif sehingga sering menimbulkan masalah serius dalam menjalin hubungan dengan orang lain. Mereka sulit belajar dari kesalahan, sulit menyimak dan memusatkan perhatian. Mereka sering sulit mengungkapkan perasaan  dan pikiran, sering gelisah dan sensitif terhadap kegaduhan, bebauan, cahaya dan sentuhan.

3. Disfungsi Lobus Temporal.

Ketika ini terjadi maka orang cenderung mengalami gangguan mengingat, emosi yang labil, Mereka tempramental dan sulit mengendalikan kemarahan. Mereka kerab memikirkan sesuatau yang kejam dan mengungkapkan frustasi melalui kata-kata yang agresif dan sedikit pranoid

Gejala Intoksikasi Ganja

Intoksikasi pada pengguna ganja pemula akan mengalami ansietas 10-30 menit, rasa takut akan mati, gelisah, hiperaktif, kecurigaan, takut tidak bisa mengendalikan diri dan takut menjadi gila. Setelah itu menjadi lebih tenang, euforia, banyak bicara, merasa ringan ditungkai dan badan. Ia mulai banyak tertawa, bahkan sering eksflosif, Ia merasa pembicaraannya hebat, mudah terpengaruh dan waham curiga.

Kemudian timbul halusinasi visual sekitar 2 jam, yaitu berupa kilatan sinar dapat berbentuk amorf, warna-warni cemerlang, bentuk geometris, figur dan wajah orang.  Juga timbul gangguan persepsi waktu dan jarak. Setelah itu timbul rasa mengantuk dan tertidur nyenyak tanpa diganggu mimpi. Pemeriksaan fisik saat intoksikasi akan peningkatan denyut jantung (kadang meningkat hingga 50%), mata merah, mata dan mulut kering, kadang selera makan bertambah.

Pada intoksikasi agak berat  akan  timbul tremor (gemetar), kulit teraba dingin, tensi turun, nistagmus (mata juling) dan pelebaran bronkus (saluran paru-paru). Juga akan mengakibatkan penurunan kekebakan tubuh oleh karena ganja menghambat aktivitas limfosit T yang berfungsi sebagai imunitas tubuh.

Dampak akibat  aktivitas abnormal di lobus temporal adalah gangguan mengingat, ketidak mampuan belajar, gangguan motivasi, kognitif, emosional dan sosial. Bahkan dapat  menimbulkan sindrom amotivasional yang ditandai dengan sikap apatis, rentang perhatian pendek, lesu, mengucilkan diri secara sosial dan kehilangan minat untuk berprestasi.

Penggunaan ganja kronis dapat menyebabkan:

1. Peradangan paru-paru & saluran pernapasan

2. Memperburuk peredaraan darah koroner

3. Perubahan sel otak hingga atropi otak.

4. Zat karsinogenik (penyebab kanker) dari ganja melebihi rokok tembakau.

5. Memperberat gejala psikosis

6. Menghambat proses spermatogenesis, ovulasi

7. Fash back : munculnya kembali efek ganja oleh karena sisa THC dalam tubuh karena adanya stressor psikologik atau  gangguan sementara fungsi otak.

P e n u t u p

Sudah sangat jelas dampak negatif yang ditimbulkan oleh penyalahgunaan ganja.  Menggerogoti tubuh secara fisik dan mengubah perilaku manusia.  Efeknya pada otak sungguh mereduksi esensi kita sebagai manusia. Regulasi telah jelas dan tegas memberi kekuatan hukum dalam pemberantasan ganja, korban generasi muda  telah berjatuhan, ekonomi negara telah terbebani.  Segala upaya program   penanggulangan penyalahgunaan ganja harus tetap dilakukan secara konprehensif, sustainabel dan menjadi Gerakan Nasional, demi keselamatan generasi muda dan kejayaan Bangsa dan Negara di masa yang akan datang.

​​​​​​      Bumi Cenderawasih Jayapura, 2 Mei 2012

​​

 


Reports  

Komentar

Penerimaan komentar ditutup

Facebook

Maraknya peredaran narkoba yang masuk ke wilayah Provinsi Riau merupakan tugas baru bagi Kapolda Riau, Brigjen Pol Nandang dalam menanganinya. Tentunya ini jadi 'pekerjaan rumah' yang harus diselesaikan hingga tuntas.


Sabtu, 14 Oktober 2017 18:06
2 |
Perdebatan Hukuman Mati Sudah Selesai Sejak Diputuskan MK tahun 2007


Sabtu, 14 Oktober 2017 18:06
18 |
GRANATs Delegation to the inaugural Asia-Pacific Forum Against Drugs (APFAD), Singapore, 27 August 2015 GRANAT is a short for National Movement Against Narcotics, initiated by big name individuals and public figures from diverse background. Its advisors and administrators are consisted of lawyers, businessmen, congressmen to military/police seniors. As a public movement, GRANAT aims to address the problems of illicit drug trafficking and substance abuse occurring in Indonesian society today. Since its establishment in 1999, GRANATs proactive movement has received widespread public support and has been able to set up its representative organisatation at the rural and provincial level. It has since become a major grassroots anti-drugs movement in Indonesia. GRANATs mission is to assist government efforts on, among others: 1. Preventing illegal entry of illicit drugs to Indonesia; 2. Curb trafficking of the illicit drugs throughout the country; 3. Preventing drug abuse through continues campaign on anti drugs; 4. Help addicts to get back into their normal life. GRANAT has main five Work Programmes, which includes: organisational development and membership, executive administration and implemetation, information sharing (media and campaign), advocacy (public hotline, public watch, counselling), research and development. All programmes are being implemented simultanously and synergically, reinforcing one another in order to speed up the achievement of GRANATs main goals. In line with its organisational mission/vision and Work Programmes, GRANAT has been supporting and working towards the following features, among others: Supporting the cooperation on drug prevention program among countries in the Asia Pacific region and beyond, especially preventing the young generation from illicit drug abuse. Further, eradicating illicit drug and human trafficking coming from the foreign port of origin (i.e. seap)
Sabtu, 30 September 2017 22:10
6 | 3 |
Buat Koruptor Teroris n Bandar Narkoba .


Sabtu, 29 Juli 2017 04:04
11 | 11 |
Dampak Negatif Akibat Dari Pada Penyalah Gunaan Phisikotropika Jenis Sabu Menurut : Dr. Djeffi R Djamaluddin Adalah " Phisikotik Organik " Dapat Menyebabkan Kerusakan Pada Organ Tubuh Hati Dan Lever Manusia Adalah Satu Bila Mendapat Gangguan Lever Tidak Cepat Diobati Menyebabkan Kerusakan Pada Hati Dan Bisa Berakibat Meninggal Dunia Orang Yg Menderita Gangguan Lever /Sakit Kuning Disebabkan Karna Kecapekan Dan Kurang Istrahat, Pengguna Sabu Umumnya Tidak Bisa Tidur hingga dua atau tiga hari. Dan Hilangnya Nafsu Makan, Sangat Jelas Disini Akan Menderita Gangguan Lever /Kerusakan Pada Hati, Efek Sesaat Saat Gunakan Sabu: (a) Menyebabkan Menjadi Bersemangat (b) Tidak Bisa Tidur (c) Hilangnya Nafsu Makan (d)Gelisah Tidak Bisa Diam/ Hiperaktivitas (e) Halusinasi (f)Paranoid (g) Gangguan Penglihatan (h) Akserasi Detak Jantung Tidak Normal, Dan Tekanan Darah Sampai Batas Tidak Normal Memicu Serangan Jantung, (i) Kejang Yg Fatal Berakibat Kematian (j) Bangkitkan Birahi " Saat Tidak Gunakan Sabu" (a) Cepat Marah (b) Cepat Lelah (c) Tidak Tenang (d)Tidak Bersemangat Lemas, Ingin tidur Terus "Bahaya Jangka Pendek" (a) Pola Tidur Terganggu (b) Gangguan Pernafasan (c) Hilang Kekuatan (d) Hilangnya Nafsu Makan (e) Agresifitas Meningkat (f) Kehilangan Kesadaran/Kehilangan akar Sehat Dan Logika (g) Halusinasi (h) Paranoid (i) Imsonia (J) Kejang Yg Fatal Berakibat Kematian (k) Tulang Rapuh/Tulang Keropos (L) Gangguan Penglihatan " Bahaya Jangka Panjang " (a) Akselerasi Detak Jantung Tidak Normal, Naiknya Tekanan Darah Naik Hingga Dibatas Tdk Normal Memicu Serangan Jantung (b) Pengrusakan Pembuluh Darah Berakibat Stroke (c) Kerusakan Pada Hati, Ginjal Dan Paru Paru (d) Phisikosis (e) Stroke (f) Tulang Keropos/Tulang Rapu (g) Menyebabkan Ketergantungan (g) Perubahan Karakter manusia. Menjadi Orang Yang Egois. (h)Gangguan Kejiwaan dapat menyebabkan Gila Menurut Hasil Surve Dilapangan Para Pengguna Sabu Meninggal Dunia Akibat Menderita Gangguan Lever/ Sakit Kuning, Kerusakan Pada Hati, Ginjal Akselerasi Detak Jantung Tidak Nolmar, Tekanan darah Naik, Hingga Batas Tidak Nolmar, Memicu Serangan Jatung dan mengakibatkan meninggal dunia. Dan Ditemukan ada yg meninggal Dunia dengan Kejang Yg Fatal Mulut Berbusa dan meninggal dunia, Ciri-Ciri : Yg Menderita Ganguan Lever/Sakit Kuning Wajah Dan Sekujur Tubuh Warna kuning, Ciri Ciri: Kerusakan Pada Ginjal Sulit untuk Berjalan Dan Duduk Ciri Ciri : mengalami kerusakan Pada Hati adalah Kaki bengkak dan Perut bengkak. Mengakibatkan meninggal Dunia Pengguna Sabu Jangka panjang Penyalah gunaan Phisikotropika jenis Sabu, mengakibatkan, ganguan pada kejiwaan /Gila Cintailah Diri Sendiri Jauhi Dari Bahaya Penyalah Gunaan Narkotika Dan Phisikotropika, Salah satu Upaya Pencegahan Dari Pada Penyalah Gunaan Narkotika dan Phisikotropika. Berikan Pemahaman secara benar.Tepat dan Akurat Kepada Keluarga. Dan Saudara saudara kita. Lingkungan sekitar dan lingkungan Pendidikan. Atau Para Ulama Akibat dari pada Penyalah Gunaan Narkoba. Kasih sayang dan perhatian dari orang tua terhadap anak anaknya sangat Penting. Aktif berkomunikasi. Sehingga kita mengetahui apa yang sedang dialami oleh anak. Dan apa yang menjadi keluhan pada anak. Sehingga kita dapat mengambil suatu kebijakan Pastikan Anak anak jauh dari pada Pengaruh lingkungan Penyalah gunaan Narkoba. Dari sahabat sekolah hingga teman bermain sehari hari. Pengaruh lingkungan narkoba dapat mengakibatkan sang anak menjadi seorang pengguna narkoba Penulis :Jhon HendrySw Editor : Jhon Hendry Sw


Rabu, 27 September 2017 05:05
1 |
Dampak Negatif Akibat Dari Pada Penyalah Gunaan Phisikotropika Jenis Sabu Menurut : Dr. Djeffi R Djamaluddin Adalah " Phisikotik Organik " Dapat Menyebabkan Kerusakan Pada Organ Tubuh Hati Dan Lever Manusia Adalah Satu Bila Mendapat Gangguan Lever Tidak Cepat Diobati Menyebabkan Kerusakan Pada Hati Dan Bisa Berakibat Meninggal Dunia Orang Yg Menderita Gangguan Lever /Sakit Kuning Disebabkan Karna Kecapekan Dan Kurang Istrahat, Pengguna Sabu Umumnya Tidak Bisa Tidur hingga dua atau tiga hari. Dan Hilangnya Nafsu Makan, Sangat Jelas Disini Akan Menderita Gangguan Lever /Kerusakan Pada Hati, Efek Sesaat Saat Gunakan Sabu: (a) Menyebabkan Menjadi Bersemangat (b) Tidak Bisa Tidur (c) Hilangnya Nafsu Makan (d)Gelisah Tidak Bisa Diam/ Hiperaktivitas (e) Halusinasi (f)Paranoid (g) Gangguan Penglihatan (h) Akserasi Detak Jantung Tidak Normal, Dan Tekanan Darah Sampai Batas Tidak Normal Memicu Serangan Jantung, (i) Kejang Yg Fatal Berakibat Kematian (j) Bangkitkan Birahi " Saat Tidak Gunakan Sabu" (a) Cepat Marah (b) Cepat Lelah (c) Tidak Tenang (d)Tidak Bersemangat Lemas, Ingin tidur Terus "Bahaya Jangka Pendek" (a) Pola Tidur Terganggu (b) Gangguan Pernafasan (c) Hilang Kekuatan (d) Hilangnya Nafsu Makan (e) Agresifitas Meningkat (f) Kehilangan Kesadaran/Kehilangan akar Sehat Dan Logika (g) Halusinasi (h) Paranoid (i) Imsonia (J) Kejang Yg Fatal Berakibat Kematian (k) Tulang Rapuh/Tulang Keropos (L) Gangguan Penglihatan " Bahaya Jangka Panjang " (a) Akselerasi Detak Jantung Tidak Normal, Naiknya Tekanan Darah Naik Hingga Dibatas Tdk Normal Memicu Serangan Jantung (b) Pengrusakan Pembuluh Darah Berakibat Stroke (c) Kerusakan Pada Hati, Ginjal Dan Paru Paru (d) Phisikosis (e) Stroke (f) Tulang Keropos/Tulang Rapu (g) Menyebabkan Ketergantungan (g) Perubahan Karakter manusia. Menjadi Orang Yang Egois. (h)Gangguan Kejiwaan dapat menyebabkan Gila Menurut Hasil Surve Dilapangan Para Pengguna Sabu Meninggal Dunia Akibat Menderita Gangguan Lever/ Sakit Kuning, Kerusakan Pada Hati, Ginjal Akselerasi Detak Jantung Tidak Nolmar, Tekanan darah Naik, Hingga Batas Tidak Nolmar, Memicu Serangan Jatung dan mengakibatkan meninggal dunia. Dan Ditemukan ada yg meninggal Dunia dengan Kejang Yg Fatal Mulut Berbusa dan meninggal dunia, Ciri-Ciri : Yg Menderita Ganguan Lever/Sakit Kuning Wajah Dan Sekujur Tubuh Warna kuning, Ciri Ciri: Kerusakan Pada Ginjal Sulit untuk Berjalan Dan Duduk Ciri Ciri : mengalami kerusakan Pada Hati adalah Kaki bengkak dan Perut bengkak. Mengakibatkan meninggal Dunia Pengguna Sabu Jangka panjang Penyalah gunaan Phisikotropika jenis Sabu, mengakibatkan, ganguan pada kejiwaan /Gila Cintailah Diri Sendiri Jauhi Dari Bahaya Penyalah Gunaan Narkotika Dan Phisikotropika, Salah satu Upaya Pencegahan Dari Pada Penyalah Gunaan Narkotika dan Phisikotropika. Berikan Pemahaman secara benar.Tepat dan Akurat Kepada Keluarga. Dan Saudara saudara kita. Lingkungan sekitar dan lingkungan Pendidikan. Atau Para Ulama Akibat dari pada Penyalah Gunaan Narkoba. Kasih sayang dan perhatian dari orang tua terhadap anak anaknya sangat Penting. Aktif berkomunikasi. Sehingga kita mengetahui apa yang sedang dialami oleh anak. Dan apa yang menjadi keluhan pada anak. Sehingga kita dapat mengambil suatu kebijakan Pastikan Anak anak jauh dari pada Pengaruh lingkungan Penyalah gunaan Narkoba. Dari sahabat sekolah hingga teman bermain sehari hari. Pengaruh lingkungan narkoba dapat mengakibatkan sang anak menjadi seorang pengguna narkoba Penulis :Jhon HendrySw Editor : Jhon Hendry Sw


Minggu, 24 September 2017 06:06
2 |
Kunker Sultra... pelantikan DPD Granat Sultra di Kendari


Sabtu, 23 September 2017 08:08
14 | 3 |
Catatan dari Kegiatan PELANTIKAN DPD GRANAT SULTRA 2017-2022. di Kendari.


Jumat, 22 September 2017 04:04
18 | 2 |
Selamat sore all GRANAT, semoga perjuangan untuk melawan narkotika dan sejenisnya selalu mendapat perlindungan Allah SWT, Tuhan YME, Gusti Kang Maha Wikan


Senin, 4 September 2017 15:03
13 | 7 |
LARSHEN YUNUS: momentum perayaan HUT-RI ke-72 thn, memastikan GRANAT sebagai Pahlawan
Senin, 4 September 2017 15:03
5 | 1 |

Gallery

  • Positive message
  • RADical Times, Residents Against Druggies, Newsletter, July 1 1995, 1 of 4
  • RAD Founder Running for Supervisor, Western Edition, September 1996
  • I'm tripping on that shirt-collar already #vinyl #album #weirdrecords #charityshopfind #thriftstorefinds #religiousrecords #antidrugs #evangelist #preacher #shitshirt #vinylvulture #vinyladdict #vinylporn #cratedigging #rarerecords #albumcover #retrofashi
  • Anti-Drug and Alcohol
  • #poet @BevanBoggenpoel is launching 🚀his #debut #poetry #book in #partnership with @milborrowmedia on 1 December 2016. #verse #poems #love #hate #hope #antigangsterism #antidrugs #education #youth
  • Toadstools (Foreigners)
  • VID_52900928_144855
  • Antidrug at park of Whittier,California
  • Antidrug at park of Whittier,California
  • Uni-Papua-Fc-Landak-with-Leaders-2
  • 160626_ANTIDRUG OH_GROUP SHOT

Video

Dialog: Bersihkan TNI dari Narkoba # 4
Perang melawan narkoba menjadi pekerjaan rumah serius yang harus melibatkan seluruh elemen bangsa. Ironisnya ketika perang melawan narkoba…