Gerakan Nasional Anti Narkotika
National Anti-Drug Movement
flags/gb.png flags/id.png

Jaringan Narkoba Bergeser ke Apartemen

JAKARTA, Koran Sindo (26/02/16) – Jaringan narkoba di apartemen sudah sangat mengkhawatirkan. Keterbatasan pengawasan dan sistem privasi yang dimiliki para penghuni disinyalir menjadi penyebab aparat keamanan kesulitan dalam membongkar bisnis haram tersebut.

Ketua Gerakan Nasional Anti Narkotika (Granat) Henry Yosodiningrat menegaskan, kejahatan narkoba di kawasan apartemen sama bahayanya dengan yang beredar di rumah tahanan (rutan) maupun lembaga permasyarakatan (lapas). ”Keduanya saling berhubungan dan partner. Lapas jadi motornya, penggerak bisa dari apartemen,” ungkapnya kemarin.

Jaringan narkoba di apartemen, kata Henry, lebih rapi karena sistem privasi yang ada di apartemen. Karena itu, tak jarang transaksi narkoba yang dilakukan di apartemen lebih rapi dan tertutup. Para pelaku dan konsumen memanfaatkan akses satu pintu untuk menggerakkan narkoba sebelum akhirnya disebar ke beberapa konsumennya.

”Polanya sangat sistematis dan terstruktur serta jarang sekali tepergok,” kata politisi PDI Perjuangan ini. Untuk membongkar jaringan narkoba di apartemen, Henry meminta atensi tinggi dari semua pihak, mulai dari Pemprov DKI Jakarta, kepolisian, maupun Badan Narkotika Nasional (BNN). Dengan ada penggerebekan secara terus-menerus, Henry meyakini peredaran narkoba akan dapat ditekan.

Chief Management Communication PT Inercity Tomy Gobel mengaku, pihaknya selalu terbuka dan kooperatif terhadap upaya kepolisian dalam memberantas narkoba di apartemen yang menjadi naungannya. Sebagai manajemen yang menaungi sejumlah apartemen milik Podomoro, termasuk Kalibata City, Tomy mengaku selalu melaporkan kepada polisi setiap kali mendapatkan indikasi ada penyalahgunaan narkoba.

”Seperti tadi (kemarin) malam dan( kemarin) pagi tadi, kami ikut membantu aparat gabungan yang melakukan penggerebekan di Apartemen Kalibata City,” ucap Tomy kemarin. Seluruh akses masuk apartemen, mulai dari parkiran mobil, pintumasuklift, hinggarekaman CCTV telah dibuka. Semua akses itu memang hanya bisa dibuka oleh penghuni maupun pihak manajemen.

Tomy tak menampik pengawasan yang dilakukan manajemen terhadap para penghuni apartemen sangat terbatas. Unit apartemen yang menjadi privasidari penghuni, kataTomy, membuat manajemen sulit memberikan informasi mengenai jaringan narkoba. Dari sekian banyak kamera pengintai atau CCTV yang tersebar di sejumlah apartemen, hanya unit apartemen yang tidak terpasang kamera pengintai itu.

”Jadi, bisa dipastikan kalau sudah masuk unit, kami tidak tahu gerak-gerak penghuni,” ujarnya. Sementara itu, aparat gabungan dari BNN, Imigrasi, dan PoldaMetroJaya menggelaroperasi pemberantasan narkoba di Apartemen Kalibata City, Jakarta Selatan. Sejumlah tower seperti Acacia, Ebony, Flamboyan, dan Jasmine disisir petugas.

Di tower Ebony, khususnya di lantai tiga, petugas memeriksa unit nomor E03CL dan menemukan sepasang penghuni yang merupakan warga negara Indonesia (WNI) dan warga negara asing (WNA). Dari kamar tersebut, petugas membawa keluar satu tas berwarna hitam. Selanjutnya, di lantai tujuh di tower yang sama, tepatnya di kamar E07 CA dan E07 CB, petugas gabungan tidak menemukan benda mencurigakan.

Padahal, sebelumnya dua unit ini dicurigai sebagai lokasi peredaran narkoba. Sedangkan di Tower Nusa Indah kamar 15 CB milik Josep, petugas menemukan 100 lembar uang palsu pecahan USD100. Direktur Psikotropika dan Trikursor BNN Brigjen Pol Anjan Pramuka mengatakan, data dari Imigrasi Kelas I Imigrasi Jakarta Selatan dan BNN, Apartemen Kalibata City kerap dijadikan tempat transaksi narkoba.

Anjan Pramuka menyebutkan, sebanyak 352 personel gabungan dikerahkan untuk mem-back up Imigrasi Jakarta Selatan untuk merazia bandar narkoba yang biasanya dilakukan oleh WNA. Dari informasi yang diperoleh, WNA yang tinggal di Apartemen Kalibata City terindikasi terlibat dalam peredaran narkoba.

Sebab itu, pihaknya menyisir unit-unit apartemen yang menjadi target. ”Sinergi antara stakeholder sangat diperlukan sebab narkoba sudah merusak masa depan bangsa dan negara. Bukan hanya BNN dan Polri, melainkan semua stakeholder ,” tuturnya Kasat Reserse Narkoba Polres Jakarta Selatan AKBP Juang Andi Priyanto menegaskan, dari hasil penyisiran, petugas menemukan beberapa kertas papir yang biasa untuk digunakan membungkus ganja di sebuah tempat makan.

Selain papir, pihaknya juga menemukan satu bong berwarna hijau dan satu sedotan untuk mengisap narkoba. Benda-benda tersebut ditemukan di unit E07 CD lantai tujuh tower Ebony. Sayangnya, petugas tidak menemukan pemilik barang di unit tersebut. Priyanto menyebutkan, dari hasil razia, pihaknya memeriksa tiga WNA, dua di antaranya dilepaskan, sementara 1 WNA asal Nigeria diamankan petugas karena tidak memiliki identitas.

”WNA di Kamar E03 CL asal Nigeria diketahui overstay, sementara pasangannya, WNI, dilepaskan,” ucapnya. Kasubdit II Ditnarkoba Polres Jakarta Selatan Ipda Nina mengaku, identitas pemilik unit di mana petugas menemukan papir dan bong sudah teridentifikasi. Dia diketahui pemakai aktif narkoba.

Namun, yang bersangkutan belum diketahui keberadaannya. Dari identitas pada kartu izin tinggal terbatas elektronik diketahui pemakai narkoba aktif tersebut bernama Zuzana Saladiakova, warga Slovakia. ”Dia sebagai pemakai aktif, jadi dia sering berhubungan dengan bandar. Karena itu, dia kami lacak keberadaannya untuk menemukan pemasoknya,” katanya.

Kabid Wasdatim Imigrasi Jakarta Selatan Toto Suryanto mengatakan, WNA tersebut langsung dibawa ke Kantor Imigrasi Jakarta Selatan. ”Ada informasi salah satu WNA asal Nigeria yang overstay. Seandainya terbukti, akan segera dideportasi,” ungkapnya.

Yan yusuf/helmi syarif

Sumber: http://koran-sindo.com/news.php?r=0&n=13&date=2016-02-26


Komentar

Penerimaan komentar ditutup

Facebook

Lanjutkan perjuangan,,.....
Selasa, 5 Desember 2017 10:10
7 |
Lanjutkan perjuangan,,.....
Jumat, 1 Desember 2017 03:03
5 |
SIAP MENTAATI ATURAN
Senin, 27 November 2017 04:04
7 |
Tembilahan, RanahRiau.com- Ketua Gerakan Anti Narkotika (Geranat) "Zakaria", Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) mendatangi


Senin, 20 November 2017 04:04
8 | 2 |
Panitia kunci kesuksesan
Senin, 20 November 2017 21:09
8 |
Smoga mereka kembali ke keluarganya.
Senin, 20 November 2017 21:09
7 |
Keritang, RanahRiau.com- Duta Anti Narkoba, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil). Melakukan sosialisasi di suatu kegiatan Perkemahan Karya Pramuka


Senin, 20 November 2017 21:09
5 |
Jangan ditiru,...
Senin, 20 November 2017 04:04
5 |
Ambon, Namlea, Namrole.. SMANSA....!!


Jumat, 17 November 2017 08:08
6 |
Waspadalah,. Waspadalah,.
Minggu, 5 November 2017 04:04
8 | 2 |

Gallery

  • Antidrug 2
  • Antidrug Cemetery
  • Antidrug
  • Fight for Drugs?
  • Drugs or Anti-drugs
  • Positive message
  • RADical Times, Residents Against Druggies, Newsletter, July 1 1995, 1 of 4
  • RAD Founder Running for Supervisor, Western Edition, September 1996
  • I'm tripping on that shirt-collar already #vinyl #album #weirdrecords #charityshopfind #thriftstorefinds #religiousrecords #antidrugs #evangelist #preacher #shitshirt #vinylvulture #vinyladdict #vinylporn #cratedigging #rarerecords #albumcover #retrofashi
  • Anti-Drug and Alcohol
  • #poet @BevanBoggenpoel is launching 🚀his #debut #poetry #book in #partnership with @milborrowmedia on 1 December 2016. #verse #poems #love #hate #hope #antigangsterism #antidrugs #education #youth
  • Toadstools (Foreigners)

Video

Dialog: Bersihkan TNI dari Narkoba # 4
Perang melawan narkoba menjadi pekerjaan rumah serius yang harus melibatkan seluruh elemen bangsa. Ironisnya ketika perang melawan narkoba…