Gerakan Nasional Anti Narkotika
National Anti-Drug Movement
flags/gb.png flags/id.png
Pasca Pengungkapan Sabu Dalam Ban

Syamsul: Kepri Darurat Narkoba


SENIN, 08 AUGUST 2016 05:00

Pasca Pengungkapan Sabu Dalam Ban

TANJUNGPINANG (HK)- Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Gerakan Nasional Anti narkotika (Geranat) Kepri, Samsul Paloh menilai, kondisi wilayah di Provinsi Kepri termasuk darurat narkoba. 

Hal ini terbukti dengan penggerebekan narkoba oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) di Tanjungpinang (Tpi) bersama barang bukti 80 kilogram narkotika jenis sabu-sabu, termasuk 120 ribu ekstasi. Kedua jenis narkoba tersebut disimpan dalam empat ban serap mobil di depan Toko Taya Ban, Jalan Gatot Subroto, KM 5 Bawah Tanjungpinang beserta tiga para tersangkanya, Kamis (4/8) lalu.

"Genderang perang terhadap Narkoba yang didengungkan Presiden dan BNN, bahwa Negara Republik Indonesia dalam keadaan darurat narkoba, ternyata juga terbukti dengan penggerebekan puluhan kilogram sabu bersera ratusan ribu pil ekstasi di Tanjngpinang baru-baru ini," kata Samsul.

Disampaikan, Pemerintah Pusat telah mengintruksikan semua jajaran dan instansi terkait, BNN RI dengan gencar membentuk tim khusus pemburu bandar serta mafia sindikat narkoba saat ini.

"Perlu kita beri apresiasi dan acungan jempol kepada Presiden RI, BNN RI, Polri dan TNI. Namun yang menjadi tanda tanya, apakah tindakan dan gerakan ini semua berlaku untuk Jakarta serta beberapa daerah tertentu saja," ungkapnya.

Menurutnya, wilayah Kepri terdapat ribuan pulau-pulau yang berpenghuni dan tidak berpenghuni. Bila dilihat dari hal ini, Kepri termasuk Batam dan Tanjungpinang, sangat memungkinkan terjadinya trans national crime kejahatan Narkoba.

"Hal ini juga dapat membuat para pecandu, terutama para pengedar serta bandar besar sebagai pemasok barang haram yang dapat menghancurkan masa depan generasi penerus bangsa ini, masih tetap berlanjut," ungkapnya.  

Disampaikan, pengungkapan narkotika jenis sabu yang mencapai ratusan kilogram oleh BNN tersebut, dapat menjadi cambuk bagi sejumlah aparatur terkait di daerah untuk lebih jeli mengawasi masuknya barang haram tersebut ke wilayah ini, melalui pelabuhan tikus (tidak resmi) yang jumlahnya sangat banyak sekali.

"Kejadian ini seharusnya sangat menjadi perhatian kita semua, karena Kepri saat ini sudah menjadi benang merah tempat peredaran narkoba, para badar narkoba baik dari dalam negeri, maupun luar negeri, sangat mudah memasukan barang haram tersebut ke wilayah ini melalui pelabuhan tikus," ucapnya.

Samsul juga berharap, pengungkapan narkotika jenis sabu dan ekstasi oleh BNN tersebut, tidak terhenti di situ saja, melainkan harus ditelusuri siapa bandar besarnya, termasuk jaringan tempat mereka pasarkan di wilayah ini, maupun ke luar daerah Kepri.

"Usut tuntas kasus ini. Ungkap dan tangkap siapa bandar besar pemilik narkotika tersebut," tegas Samsul.(nel)


Komentar

Komentar di-non-aktifkan setelah tiga bulan

Facebook

Gallery

  • nugs-not-drugs-shirt-hoodie-tank
  • THIS IS YOUR BRAIN ON DRUGS
  • DSC00711.JPG Fat Albert seen from Blythe, California about 75 miles away from Yuma. Fat Albert was being flown out of Yuma, Arizona on a 10,000 foot tether.
  • Antidrug Cemetery
  • Antidrug
  • Fight for Drugs?
  • RAD Founder Running for Supervisor, Western Edition, September 1996
  • RADical Times, Residents Against Druggies, Newsletter, July 1 1995, 1 of 4
  • lsd.antidrug.poo.poster
  • Uni-Papua-Fc-Landak-with-Leaders-1
  • Uni-Papua-Fc-Landak-with-Sekda-4
  • Uni-Papua-Jakarta-City-Community-Games-1

Video

Dialog: Bersihkan TNI dari Narkoba # 4
Perang melawan narkoba menjadi pekerjaan rumah serius yang harus melibatkan seluruh elemen bangsa. Ironisnya ketika perang melawan narkoba…